Situasi Kota Sentani Kondusif

Kompas.com - 16/06/2012, 11:03 WIB

JAYAPURA, KOMPAS.com — Situasi Kota Sentani, ibu kota Kabupaten Jayapura, Papua, hingga Sabtu pagi menjelang pemakaman Wakil Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Mako Tabuni masih kondusif.

Kapolres Jayapura AKBP Wantri Julianto, Sabtu (16/6/2012) pagi, mengakui, hingga saat ini situasi di sekitar Kota Sentani masih aman. "Mudah-mudahan situasi tetap kondusif hingga selesainya pemakaman Mako Tabuni yang akan dilaksanakan hari ini di Pos 7 Sentani," harap Kapolres Julianto.

Menurut Julianto, untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan maka pihaknya sudah mengerahkan anggota untuk berjaga-jaga di beberapa lokasi.

Saat ini anggota Polri yang dibantu TNI AD berjaga-jaga di beberapa lokasi, tetapi tidak ada yang berjaga di sekitar rumah duka tempat jenazah Mako Tabuni disemayamkan. "Kami lebih memfokuskan mengamankan fasilitas umum hingga masyarakat tetap dapat beraktivitas," kata Kapolres Jayapura.

Sementara itu, walaupun situasi tampak kondusif, aktivitas warga tampak tidak seperti hari-hari biasanya karena mereka lebih memilih berdiam di rumah. Pertokoan pun banyak memilih tutup, kalaupun ada yang buka, hanya pintu masuk.

Mako Tabuni, Kamis (14/6/2012), tewas diterjang timah panas saat hendak ditangkap anggota polisi karena dugaan terkait berbagai kasus di Jayapura dan sekitarnya. Sesaat setelah penangkapan dan tertembaknya Mako Tabuni, sekelompok orang melakukan aksi perusakan dan pembakaran serta menganiaya sejumlah warga di sekitar kawasan Waena, Kodya Jayapura, hingga mengakibatkan empat warga terluka, tiga ruko, dan puluhan kendaraan baik roda dua maupun empat dibakar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau